Indonesia adalah negara yang besar dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta jiwa. indonesia juga merupakan negara yang kaya karna terletak di khatulistiwa. Tapi kebesaran dan kekayaan itu seperti sekedar mitos belaka yang sulit di buktikan ke dalam kehidupan nyata berbangsa.
Kekayaan dan kebesaran itu menjadi absurd ketika semuanya itu di tutup tutupi oleh korupsi, intimidasi, kebejadan moral, yang menyebabkan segalanya kosong ditengah pergulatan ekonomi dan politik. semuanya hilang seakan segala hal yang kita bilang negara kaya, besar atau lainya itu menjadikan sebuah kebohongan belaka.kita butuh revolusi . . . !
Dan dalam benak rakyat indonesia berfikikr "masa dari 200 juta jiwa lebih tak ada orang yang memikirkan masa depan bangsa? kita butuh orang hebat, seorang pemimpin tanpa pemikiran busuknya dan dengan politik bejadnya<>
Generasi muda yang kita harapkan dapat membawa bangsa maju, telah terjerumus pada pengaruh moderenisme barat yang akhirnya menjadi sampah masyarakat. para bangsawan yang diharapkan menjadi dewa penolong bagi rakyat miskin ternyata memilih berjudi di banding memberi sesuap nasi untuk orang miskin sehingga mereka menjadi beban masyarakat. para wakil rakyat yang dipercaya sebagai konspirasi isi hati rakyat yang di gajih 350jt per tahun ternyata tak puas dengan hartanya yang akhirnya menjadi musuh rakyat. Lantas harus di bagaimanakan lagi rakyat 200jt ini apakah tuhan harus menurunkan hujan meteor yang begituu besar sehingga meleburkan seluruh isi bumi ini atau kah tuhan harus menjatuhkan matahari yang besarnya 1000x bumi agar rakyat indonesia sadar akan prilaku buruknya?
Terlepas dari plus minusnya, jika kita bandingkan Indonesia dengan Malaysia yang populasinya 27 juta jiwa, mereka memiliki Mahathir Mohammad yang bisa membawa negeri itu berjaya. Singapura dengan populasi 4,7 juta jiwa memiliki Lee Kuan Yew yang membawa negara kecil itu menjadi kaya raya, Afrika Selatan (44 juta) memiliki Nelson Mandela yang dikenal sebagai pejuang demokrasi dan kemakmuran, Venezuela (26 juta) memiliki Hugo Chavez yang tampil dengan kewibawaannya,Bolivia (11 juta) punya Evo Morales yang memiliki keberanian dan kepercayaan diri dalam melakukan langkah nasionalisasi di tengah kepungan asing.
Kita butuh orang hebat yang mempunyai optimisme tingi dalam memajukan rakyatnya, Kita bukanlagi orang yang menggantungkan hidup pada para politikus atau bangsawan dan kita juga bukan orang yang menunggu datangnya orang orang hebat tapi kita sendirilah yang akan menjadi orang hebat itu kitalah yang nanti akan di sebut sebut namanya bila kita mati.
Jumat, 10 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar